Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Sang Pengetuk Hati

Teruntuk kau sang pengetuk hati.. Aku tak tahu apa yang tengah terjadi Seketika aku tergetar melihatmu Bahkan hanya dengan mendengar namamu aku meringis Kepadamu, sang pengetuk hati Aku bahkan tak bisa jujur pada diriku sendiri Aku tak pernah mengenalmu Tetapi mengapa dengan mudahnya aku mengatakannya padamu? Kau tahu? Kau mengulitiku dengan pertanyaanmu! Aku bagai tak mengenal diriku dihadapanmu Siapa dirimu? Apa kau sadar telah mengetuk hatiku? Apa kau sadar telah menawan hatiku? Wahai sang pengetuk hati.. Bangunkan aku dari mimpi ini Bantu aku keluar dari tawananmu...

Sinopsis Aku dan Love Story

“Ngapain lo, Far?” tanya Riza setengah tertawa saat aku melewati rumahnya. Oh, si anak bengis ini dengan santainya mencuci motor di halaman rumahnya. Bagus, dia tidak memberitahuku kalau hari ini libur, padahal rumah kami bersebelahan dan satu sekolah pula. “Ngapain, kek. Udah gede ini gue.” jawabku setelah menghentikan langkah. Ia menghampiriku dengan selang di tangan kirinya. “Ke sekolah, neng? Baru tau gue tanggal merah gini ada yang sekolah. Sekolah di mana, neng?” “Berisik, lo. Gue gak punya tanggalan. PUAS??” Farah tak menggubris tingkah tetangganya yang menyebalkan itu. Ia bosan berurusan dengannya. Tetangganya itu adalah kakak kelasnya di sekolah. Riza adalah salah satu murid yang memiliki nama di sekolah atas prestasi bermusiknya. Kadang Farah merasa dirinya asing bagi Riza di sekolah karena Riza tak pernah menyapanya sekali pun padahal mereka bertetangga. Mungkin ini karena Farah sekelas dengan mantan pacar Riza, Citra. Riza benar-benar suka membuat tetangganya itu marah. Ia ...

Mungkin

Aku tak bisa mendengar kala angin membisikku Aku tak bisa menangis kala hujan menerpaku Aku tak bisa bicara kala petir mulai murka Aku tak bisa melihat kala langit berubah abu Hingga mengubah jingga menjadi amarah Atau hatiku yang terpaku pilu Mungkin saja..

Simpulan Sebuah Goresan

Aku memang bukan bulan yang bisa menerangi dalam gelap. Bukan juga lilin yang bersinar saat gelap datang. Aku bukan pelangi indah yang memberi warna Juga bukan rangkaian kembang api yang memberi senyuman. Aku hanya sebuah coretan Yang penuh dengan goresan luka Yang bisa menggores cahaya bulan dan pelangi juga menggelapkan keterangan.

Sebuah Jalan

Aku tak bisa berbicara pada angin Aku hanya bisa berbicara dalam diam Aku tak bisa berdiri dalam gelap Aku hanya bisa berdiri lalu jatuh kemudian Aku tak bisa tersenyum dalam duka Dan tak bisa berduka dalam suka Tapi Tuhan menatapku Menjagaku dalam setiap langkah Menemaniku dalam setiap sepi Menuntun jalan pikiranku Menyayangiku dalam segala nikmatnya yang tak ternilai.

Changed (Part II)

Oh... What a day . Aku benar-benar malas keluar rumah. Terik matahari makin menjadi begitu pula dengan kenakalan Arya. Ia terus saja mengganti-ganti lagu di tape dan mengobrak-abrik dasbor. Hancurlah keharmonisan mobilku. Well , sebenarnya memang sudah hancur. Perjalanan semakin terasa lama dan menbosankan bersama anak berusia lima tahun ini. Oh, baiklah hari ini aku terlalu banyak mengeluh sepertinya. Arya terus saja mengecoh tanpa titik tanpa koma. No Buses dari Alex Turner dan kawan-kawan Arctic Monkeys-nya ternyata kalah dengan kicauan Arya. “Om. Aku mau nyanyi yah? Om mau lagu apa? Balonku apa Cicak-cicak di Dinding? Om jawab dong. Jangan nyetir mulu..” rengeknya. “Terserah deh ah. Kalau Om nggak nyetir terus siapa yang mau bawa mobil, Arya?” jawabku setengah hati. “Ya udah. Ibu-ibu, Bapak-bapak siapa yang punya anak bilang aku karena cuma Om Rama yang tak laku-laku...” nyanyinya. “Heh.. enak aja! Anak kecil gak boleh nyanyi yang begituan. Nyanyi yang lain aja..” kesalku. Kicauan...

Changed

“Ramaaaaaaaaaa! Banguuuuuuuunnn!” Suara itu menggelegar di gendang telingaku. Mengalahkan bunyi alarmku serta menghentikan putaran film dalam mimpiku. Tapi itu bukan suara yang terbiasa aku dengar. Bukan suara mama. Lalu siapa? Hantu puncak datang bulankah? Hantu menopouse? Hantu puncak telat datang bulankah? Dengan enggan aku menyibakkan selimut yang menutupi tubuhku. Aku tercekat kaget. Ternyata lebih menyeramkan dari hantu-hantu puncak tersebut. Kak Lisa berdiri dengan memelototiku dan menggenggam sapu lidi di tangan kirinya yang siap mengayun ke arahku. Oh baiklah, aku menyerah akan kegeramannya itu. “Iya, iya. Galak amat. Emak gue aja nggak gini-gini banget.” keluhku pada Kak Lisa. Aku masih heran kenapa dia bisa ada di sini. Biasanya kakakku yang telah menikah enam tahun yang lalu ini jarang sekali berkunjung menemuiku dan mama. Pasti ada yang tidak beres, batinku seperti dialog di sinetron-sinetron. “Ngapain ke sini, Kak?” “Ngapain kek, terserah aku dong. Buruan bangun, adikku s...

Kembar??

Disclaimer : Sinda Diadema (2009) Tangannya menekan tombol Play di iPod Apple-nya. Tak lama kepalanya bergerak mengikuti irama musik dengan santai. Senyuman mengembang dari bibirnya. Ia meneguk susu dan sepotong roti yang telah tersedia di meja makan. Kini mulutnya sibuk mengunyah potongan roti yang masuk ke dalamnya. Ia membiarkan enzim amilase dan ptialin bekerja dengan tenang. Setenang lantunan musik di iPodnya. “So, let’s get the beat!!! Cintaku adalah musik, musik adalah hidupku!!!So, Let’s get the beat, jiwaku adalah musik, musik warnai hidupku. Senada dengan detak jantungku, senada dengan denyut nadiku. So, Let’s get the beat!!!!“ Teriaknya setelah sepotong roti itu berhasil masuk ke dalam perutnya. “ Gedebak-gedebuk. Berisik!!!! Masih pagi lo dah teriak-teriak ga jelas!!!” seru Azriel seraya menepak pundak saudara kembarnya, Irza. “Ya udah sih, mulut gua dah kebelet pengen nyanyi gitu. Mau diapain lagi???” ujarnya tanpa melihat wajah sang saudara kembarnya itu. “Lo tuh kerjany...

Lepas UAS: Paranormal Activity !

Ok. Mari kita mulai saja untuk berbicara. Jujur saya bingung kalau disuruh bikin pendahuluan atau prakata atau semacamnya, well, kalo saya buat Preface bawaannya curhat mulu. Jadi, biarlah saya begini apa adanya. * Enough! cukup berLEBIHnya* Saya juga bingung sebenernya mau nulis apa, review film apa pengalaman saya ketika menonton film? Maybe both? Ya, mungkin dua-duanya aja kaliya. Ok, film yang saya tonton Selasa (2/2/10) kemarin adalah Paranormal Activity (Basi ya? maaf, berhubung saya tidak update jadwal tayang bioskop ataupun layar tancep, saya lebih memilih beli dipidi aja. :D). Ditemani kedua temen yang notabene anak kost-an, kami menontonlah itu film di kamar. So far so good sih di awal. Bayangkan, ekspresi kami masih bisa bercanda, makan snack , belum menutup mata pake tangan dan duduk masih berjauh-jauhan. Fokus ke alur cerita. Cerita yang dimulai dari keangkeran rumah Katie dan Micah, cowoknya (lebih kayak suami sepertinya), menarik mereka untuk merekam segala kegiat...