Langsung ke konten utama

Postingan

Inspirasi dan Mimpi

Mungkin ini hanya goresan tangan saya, entah curahan hati atau ulasan mimpi. Saya hanya ingin berbagi, semoga siapa pun yang membaca bisa sedikit tersenyum.  Sebelumnya, sub judul di atas mungkin sangat sering kita dengar. Inspirasi dan mimpi. Saya yakin setiap orang pasti memiliki keduanya. Pernahkah Anda berpikir lebih jauh tentang keduanya? Kalau saya sudah pasti, iya. Dan melalui coretan ini, saya akan menuangkan hal-hal yang menginspirasi saya dan tentang mimpi-mimpi (kabur) saya. Dunia Tulis Menulis dan Perspektif Mengapa dunia tulis menulis? Karena dari sanalah semua itu dimulai. Dari menulis, aku seperti memiliki ruang sendiri untuk diisi dan dari sanalah aku mengenal orang-orang yang sungguh mengagumkan. Ini satu hal yang sungguh merubah pandanganku. Saat itu aku masih duduk dibangku SMA. Psikotes menyatakanku harus masuk kelas bahasa. Sialnya, kelas bahasa belum dibuka saat itu dan terdamparlah aku di kelas (yang-kata-orang) unggulan. Ya, di kelas itu semua be...
Postingan terbaru

Secarik Catatan Malam

Tepat pukul sembilan malam aku sampai di tempatku bekerja. Sudah sepi tentunya. Kebanyakan pekerja dan karyawan mungkin sudah bersiap-siap untuk beristirahat. Tapi tidak untukku. Justru saat ini lah waktuku bekerja hingga pagi nanti. Seperti kelelawar. Tidur di siang hari bekerja di malam hari. Itulah kerja para jurnalis. Bekerja dengan jadwal yang tak bisa diprediksi. Para jurnalis seakan tak mengenal waktu atau hari libur sekalipun.             Aku bekerja sebagai reporter di stasiun TV lokal Bogor Raya TV atau biasa disebut dengan BRTV. Tuntutan untuk bertahan hidup yang memberanikanku untuk memasuki dunia reportase ini. Sebelumnya aku tidak mengenal   dunia ini. Aku bahkan bukan seorang lulusan Komunikasi atau Jurnalistik. Keberuntungan membawaku menyelami reportase televisi ini. Tragisnya, aku sangat menikmatinya walau jadwal kerjaku terbilang aneh. Aku terus berjalan memasuki kantor. Aku bergidik mendengar derap langk...

Sang Pengetuk Hati

Teruntuk kau sang pengetuk hati.. Aku tak tahu apa yang tengah terjadi Seketika aku tergetar melihatmu Bahkan hanya dengan mendengar namamu aku meringis Kepadamu, sang pengetuk hati Aku bahkan tak bisa jujur pada diriku sendiri Aku tak pernah mengenalmu Tetapi mengapa dengan mudahnya aku mengatakannya padamu? Kau tahu? Kau mengulitiku dengan pertanyaanmu! Aku bagai tak mengenal diriku dihadapanmu Siapa dirimu? Apa kau sadar telah mengetuk hatiku? Apa kau sadar telah menawan hatiku? Wahai sang pengetuk hati.. Bangunkan aku dari mimpi ini Bantu aku keluar dari tawananmu...

Sinopsis Aku dan Love Story

“Ngapain lo, Far?” tanya Riza setengah tertawa saat aku melewati rumahnya. Oh, si anak bengis ini dengan santainya mencuci motor di halaman rumahnya. Bagus, dia tidak memberitahuku kalau hari ini libur, padahal rumah kami bersebelahan dan satu sekolah pula. “Ngapain, kek. Udah gede ini gue.” jawabku setelah menghentikan langkah. Ia menghampiriku dengan selang di tangan kirinya. “Ke sekolah, neng? Baru tau gue tanggal merah gini ada yang sekolah. Sekolah di mana, neng?” “Berisik, lo. Gue gak punya tanggalan. PUAS??” Farah tak menggubris tingkah tetangganya yang menyebalkan itu. Ia bosan berurusan dengannya. Tetangganya itu adalah kakak kelasnya di sekolah. Riza adalah salah satu murid yang memiliki nama di sekolah atas prestasi bermusiknya. Kadang Farah merasa dirinya asing bagi Riza di sekolah karena Riza tak pernah menyapanya sekali pun padahal mereka bertetangga. Mungkin ini karena Farah sekelas dengan mantan pacar Riza, Citra. Riza benar-benar suka membuat tetangganya itu marah. Ia ...

Mungkin

Aku tak bisa mendengar kala angin membisikku Aku tak bisa menangis kala hujan menerpaku Aku tak bisa bicara kala petir mulai murka Aku tak bisa melihat kala langit berubah abu Hingga mengubah jingga menjadi amarah Atau hatiku yang terpaku pilu Mungkin saja..

Simpulan Sebuah Goresan

Aku memang bukan bulan yang bisa menerangi dalam gelap. Bukan juga lilin yang bersinar saat gelap datang. Aku bukan pelangi indah yang memberi warna Juga bukan rangkaian kembang api yang memberi senyuman. Aku hanya sebuah coretan Yang penuh dengan goresan luka Yang bisa menggores cahaya bulan dan pelangi juga menggelapkan keterangan.

Sebuah Jalan

Aku tak bisa berbicara pada angin Aku hanya bisa berbicara dalam diam Aku tak bisa berdiri dalam gelap Aku hanya bisa berdiri lalu jatuh kemudian Aku tak bisa tersenyum dalam duka Dan tak bisa berduka dalam suka Tapi Tuhan menatapku Menjagaku dalam setiap langkah Menemaniku dalam setiap sepi Menuntun jalan pikiranku Menyayangiku dalam segala nikmatnya yang tak ternilai.