“Ngapain lo, Far?” tanya Riza setengah tertawa saat aku melewati rumahnya. Oh, si anak bengis ini dengan santainya mencuci motor di halaman rumahnya. Bagus, dia tidak memberitahuku kalau hari ini libur, padahal rumah kami bersebelahan dan satu sekolah pula. “Ngapain, kek. Udah gede ini gue.” jawabku setelah menghentikan langkah. Ia menghampiriku dengan selang di tangan kirinya. “Ke sekolah, neng? Baru tau gue tanggal merah gini ada yang sekolah. Sekolah di mana, neng?” “Berisik, lo. Gue gak punya tanggalan. PUAS??” Farah tak menggubris tingkah tetangganya yang menyebalkan itu. Ia bosan berurusan dengannya. Tetangganya itu adalah kakak kelasnya di sekolah. Riza adalah salah satu murid yang memiliki nama di sekolah atas prestasi bermusiknya. Kadang Farah merasa dirinya asing bagi Riza di sekolah karena Riza tak pernah menyapanya sekali pun padahal mereka bertetangga. Mungkin ini karena Farah sekelas dengan mantan pacar Riza, Citra. Riza benar-benar suka membuat tetangganya itu marah. Ia ...